KEBERHASILAN
DAN KEMUNDURAN
BANI
ABBSIYAH
Oleh: Mohammad ‘aadil (16110057)
Bani abbasiyah telah berkuasa kurang
lebih 5 abad lamanya, dan telah memberikan banyak kontribusi banyak dalam hal
peradaban islam dan pengembangan ilmu pengetahuan. Kira-kira sebanyak 37 orang
yang pernah berkuasa di bani abbasiyah ini. Ada sejumlah khalifah yang menaruh
perhatian lebih terhadap meningkatan ilmu pengetahuan dan peradaban islam. Juga
berbagai macam bidang lainya, misalnya bidang sosial dan budaya dan sebagainya.[1]
Keberhasilan
Bani abbasiyah:
Adapun
keberhasilan ban abbasiyah antara lain:
·
Pendidikan
·
Ekonomi
1) PENDIDIKAN
Terdapat berbagai macam usaha yang
di lakukan bani abbasiyah menyangkut kemajuan dan pertumbuhan peradaban islam,
peradaban-peradaban tersebut pada dasarnya melahirkan akulturasi dari peradaban
islaam dan peradaban lainya lebih-lebih persia atau yunani di antaranya:
1.
Gerakan
penerjemah
Di abad 9-M, bani abbasiyah telah melakukan penerjemahan
besar-besaran buku dalam melakukan penerjemahan tersebut orang-orang yahudi,
kristen dan juga orang-orang islam ikut aktif dalam penerjmahan.
Mereka menerjemahkan buku-buku yang dalam bahasa yunani dan
persia kedalam bahsa arab. Para ilmuwan di kirim ke Bizantium guna mencari
naskah-naskah, buku-buku Yunani dalam bernagai ilmu lebih-lebih yang terpenting
ilmu filsafat dan kedokteran. Sedangkan pencarian naskah-naskah di daerah timur
misalnya persia, yaitu di bidang tata negara dan sastra. Sebelum di terjemahkan
ke dalam bahasa arab, naskah-naskah yanng berbahasa yunani di terjemahkan
dahulu kedalam bahsa syiria. Keadaan tersebut di sebabkan karena para
penerjemah ialah pendeta kristen yang bisa berbahasa yunani.
Yang menjadi para penerjemah ialah, Khalifah Al-Mansur
dengan menggunakan tenaga orang-orang persia guna menerjemahkan karya-karya
berbahasa persia di antaranya adalah: Buku tentang ketatanegaraan (Kalila wa Dimnadan Shindind). Sedangkan
karya yang berbahasa yunani, misalnya logika karya aristoteles, Almagest karya
Ptolemy, Arithmetic karya Nicomachu dari Gerasa, Geometri karya Euclid.
Di masa Harun Al-Rasyid, terkenal dengan Yuhanna Yahya ibn Masawayh
(w.857) yang menerjemahkan sejumlah naskah
tentang keokteran yang di bawa oleh khalifah dari Ankara dan Amorium. Di masa
Mkamun terkenal dengan Hunayn ibnu Ishaq. (Joannitius, 809-873) ia dijuluki “ketua para penerjemah” (sebutan orang Arab),
salah seorang yang masyhur. Makmun
menjadikanya sebgai pengawas perpustakaanya, dan dia di tugaskan untuk
menerjemahkan naskah-nakskah ilmiyah, dia dibantu oleh anaknya yang bernama dan
keponakannya Hubaisy ib al-Hasan yang telah ia latih.
2.
Aktifitas
kreatif karya-karya orisinil
Setelah di adakanya penerjemhan besar besaran yang di lakkukan oleh di
nasti abbasiyah,gerakan selanjutnya adalah menciptakan penulisan karya
–karya orisinil. Penulisan karya-karya tersebut melahirkan beberapa
tokoh yang mendalami bidang mereka masing-masing.
Di bidang kedokteran beberapa tokoh yang muncul seperti Ali ibn
SahlRabban al-Thabari, pertengahan abad ke sembilan; Abu Bakr Muh ibn Zakariyya
al-Razi (Rhazes, 865-925); Ali ibn al Abbas (w.994); Ibn Sina, 980-1037.
Para filosof muslim seperti al kindi, al farabi, ibn sina.
3.
Sistem
pendidikan abbasiyah
Dalam pendidiknya abbasiyah menerapkan sistem pendidikan klasik,
berdasarkan kriteia hubungan institusi
pendidikan dengan negara yang berbentuk teokrasi.
Bani abbasiyah memeperlihatkan dari berbagai catatan sejarah bagaimana
pentingnya penddikan, antara lain:
1.
Lembaga
dan intuisi pendidikan dimas abani abbasiyah
a.
Lembaga
pendidikan sebelum madrasah
b.
Madrasah
2.
Tujuan
pendidikan bani abbasiyah
Tujuan pendidikan bani abbaasiyah, antara lain:
a.
Tujan
keagamaan dan akhlaq
b.
Tujuan
kemasyarakatan
c.
Cint
akan ilmu keagamaan
d.
Tujuan
kebendaan.[2]
2)
EKONOMI
Bidang ekonomi adalah masalah yang sentral pada suatu negara. Tanpa
adanya dukungan ekonomi yang signifikan tidak mngkin suatu negara dapat maju.
Pada awal berkuasanya bani abbasiyah, para petinggi angat memperhatikan
tentang perekonomian negara. Sektor-sektor perekonomian bani abbasiyah antara
lain:.
a.
Pertanian
b.
Perindustrian
Kemunduran bani abbasiyah:
Faktor
internal
1.
kemunduran
politik
ada berbagai macam faktor yang menjadi kemunduran politik pada saat itu,
yang di sebabkan oleh:
a.
kelemahan
kholifah
b.
terjadinya
di sintegrasi.[4]
c.
persaingan
antar bangsa
2.
kemerosotan
ekonomi
3.
konflik
keagamaan
Faktor
eksternal
1.
perang
salib
ada beberapa faktor yang menyebabkan perang salib, antara lain:
a.
faktor
agama
b.
faktor
politik
c.
faaktor
sosial ekonomi
2.
serangan
mongol ke wilayah kekuasaan islam
3.
berdiri
turki usmani.[5]
Daftar
Pustaka
M. Husain Tuanaya, Miftachul Ula, Mariyah
Ulfah, SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM
(Jakarta,
kementrian agama) hal.90
Rustomo,
“DINASTI ABBASIYAH (KEMAJUAN DAN
KEMUNDURANNYA)” di
akses
dari, http://blongspot.com/dinasti-abbasiyah.html
Mahros,
serly, ” Kebangkitan
Pendidikan Bani Abbasiyah Perspektif Sejarah Pendidikan
Islam” di akses dari, http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=345813
Farah,
naila “PERKEMBANGAN
EKONOMI DAN ADMINISTRASIPADA MASA BANI
UMAYYAH DAN BANI ABBASIYAH” di akses dari,
http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=447078
Syaharuddin, “Disintegrasi Politik pada Masa Dinasti Bani Abbasiyah” di akses dari,
http://repositori.uin-alauddin.ac.id/5905/
[1] Rustomo, “DINASTI
ABBASIYAH (KEMAJUAN DAN KEMUNDURANNYA)”
di akses dari, http://blongspot.com/dinasti-abbasiyah.html
[2] Mahros, serly, ” Kebangkitan Pendidikan Bani Abbasiyah
Perspektif Sejarah Pendidikan Islam” di akses dari, http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=345813
[3] Farah, naila “PERKEMBANGAN EKONOMI DAN ADMINISTRASIPADA
MASA BANI UMAYYAH DAN
BANI ABBASIYAH” di
akses dari, http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=447078
[4] Syaharuddin,
“Disintegrasi Politik pada Masa Dinasti Bani Abbasiyah” di akses dari,
http://repositori.uin-alauddin.ac.id/5905/
[5] M. Husain Tuanaya,
Miftachul Ula, Mariyah Ulfah, SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (Jakarta, kementrian
agama) hal.90
Tidak ada komentar:
Posting Komentar